Tampilkan postingan dengan label mau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mau. Tampilkan semua postingan
Minggu, 05 April 2015
Google dan Samsung Mau Beli BlackBerry
BlackBerry memang telah menandatangani letter of intent (perjanjian tentatif) untuk diakuisisi oleh pemegang saham terbesar BlackBerry, Fairfax Financial Holdings. Namun, perjanjian ini tidak serta-merta membuat perusahaan asal Kanada ini berhenti mencari pembeli potensial lainnya.
Menurut laporan dari Reuters, Sabtu (5/10/2013), BlackBerry saat ini dikabarkan sedang mencari alternatif pembeli lain, selain Fairfax Financial. BlackBerry dikatakan telah meminta beberapa perusahaan besar untuk memasukkan preliminary expression of interest atau penawaran informal terkait pembelian perusahaan BlackBerry.
Seorang sumber kepada Reuters mengungkapkan, BlackBerry sedang berbicara kepada perusahaan raksasa seperti Cisco Systems, Google, dan SAP untuk memasukkan penawarannya pada awal minggu depan.
Perusahaan yang berpusat di Waterloo, Ontario, Kanada, ini juga dikabarkan meminta Intel, dan dua perusahaan asal Korea Selatan, yaitu LG dan Samsung.
Hingga saat ini, masih belum jelas perusahaan mana yang tertarik untuk memasukkan penawarannya. Namun, para pembeli potensial ini dikatakan tertarik dengan hak paten dan layanan server milik BlackBerry.
Masih belum ada konfirmasi dari semua pembeli potensial tersebut terkait kabar ini.
Awal minggu lalu, BlackBerry setuju untuk diakuisisi oleh Fairfax Financial Holdings. Nilai yang ditawarkan oleh konsorsium tersebut cukup besar, yaitu 4,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 54 triliun. Para pemegang saham BlackBerry ditawarkan 9 dollar AS secara tunai untuk setiap lembar saham yang mereka miliki.
Menurut laporan dari Reuters, Sabtu (5/10/2013), BlackBerry saat ini dikabarkan sedang mencari alternatif pembeli lain, selain Fairfax Financial. BlackBerry dikatakan telah meminta beberapa perusahaan besar untuk memasukkan preliminary expression of interest atau penawaran informal terkait pembelian perusahaan BlackBerry.
Seorang sumber kepada Reuters mengungkapkan, BlackBerry sedang berbicara kepada perusahaan raksasa seperti Cisco Systems, Google, dan SAP untuk memasukkan penawarannya pada awal minggu depan.
Perusahaan yang berpusat di Waterloo, Ontario, Kanada, ini juga dikabarkan meminta Intel, dan dua perusahaan asal Korea Selatan, yaitu LG dan Samsung.
Hingga saat ini, masih belum jelas perusahaan mana yang tertarik untuk memasukkan penawarannya. Namun, para pembeli potensial ini dikatakan tertarik dengan hak paten dan layanan server milik BlackBerry.
Masih belum ada konfirmasi dari semua pembeli potensial tersebut terkait kabar ini.
Awal minggu lalu, BlackBerry setuju untuk diakuisisi oleh Fairfax Financial Holdings. Nilai yang ditawarkan oleh konsorsium tersebut cukup besar, yaitu 4,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 54 triliun. Para pemegang saham BlackBerry ditawarkan 9 dollar AS secara tunai untuk setiap lembar saham yang mereka miliki.
Fairfax, yang memiliki sekitar 10 persen saham BlackBerry, merupakan perusahaan finansial asal Kanada yang bergerak di bidang asuransi, properti, investasi, dan sebagainya. Perusahaan ini didirikan dan dipimpin oleh Prem Watsa.
Meski demikian, BlackBerry masih punya waktu hingga 4 November 2013 untuk berpikir dan bernegosiasi dengan pihak lain yang mengajukan tawaran berbeda.
(kompas.com)
Baca juga :
PHK ribuan karyawan Blackberry, bagaimana nasib blackberry Indonesia?
Bos Google : Android lebih aman ketimbang Iphone
Nokia mengalahkan Blackberry
Rabu, 01 April 2015
Rahasia Sukses KakaoTalk Mau Belajar dari Kesalahan
![]() |
| CEO Kakao Talk |
Namun tak ada kesuksesan yang diraih dengan instan. KakaoTalk pun menjajaki serangkaian proses dan beberapa kali sempat gagal. CEO KakaoTalk Sirgoo Lee bahkan menyebut perusahaannya belajar banyak dari kegagalan.
Di salah satu sesi Startup Asia Jakarta 2013, ada lima hal yang diungkap Sirgoo, mengenai rahasia jatuh bangun KakaoTalk hingga akhirnya kini bisa menggaet pasar global.
Hal pertama adalah belajar dari kesalahan. KakaoTalk sempat terseok-seok dalam dua tahun pertamanya. Aplikasi yang mereka buat sempat tidak laku. Dari sini, Sirgoo dan timnya segera berpikir untuk mendengarkan keinginan user.
Kedua, KakaoTalk pun melakukan pembenahan dari sisi teknis dengan mempekerjakan software engineer terbaik. Diklaim Sirgoo, KakaoTalk punya banyak software engineer berbakat yang dapat diandalkan. Ini sangat membantu mereka melawan kompetitor.
Ketiga, kultur yang terbuka. Diakui Sirgoo, Korea terkenal dengan hierarkinya yang kuat. Kultur tertutup seperti ini tidak bisa membawa mereka merangkul pasar global. Itu sebabnya, KakaoTalk pun mengadopsi kultur Amerika yang lebih terbuka dan santai. Hal ini juga yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan nama layanan yang berbau Amerika.
Keempat, lingkungan kerja yang baik menurutnya adalah faktor pendukung pertumbuhan KakaoTalk yang tak bisa dikesampingkan. Dia pun mengatakan semua karyawannya terbuka dan berbagi informasi dengan sesama karyawan adalah hal yang penting.
"Kami mendorong tim untuk meninggalkan komentar dan pandangan mereka tentang karyawan lain di jaringan internal kami. Ini membantu kami tumbuh," ujarnya.
Terakhir, basis pengguna loyal yang sangat diperhatikan. "Kami menjalin komunikasi yang erat dengan user kami," kata Sirgoo. Dikatakannya, bagian dari proses pengembangan produk di KakaoTalk melibatkan pandangan dan pendapat dari user.
Baca Juga :
- Mito Genjot BBM Lewat Seri Fantasy
- BlackBerry: BBM di iPhone dan Android Tak Istimewa...
- BBM Jadi Aplikasi Bawaan di Mito Android
Langganan:
Postingan (Atom)
